Daur Ulang Kertas

Sampah, seringkali dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu, baik pandangan hingga kesehatan. Ada berbagai macam sampah
yang antara lain berupa limbah padat maupun limbah cair. Apa yang dapat kita lakukan? Pertanyaan sederhana, namun memiliki jawaban yang sangat rumit, karena memiliki konsekuensi untuk merubah gaya hidup. Dari pola hidup boros sampah, menjadi gaya hidup ramah lingkungan. Untuk itu, langkah awal adalah mengenali berbagai jenis sampah di lingkungan kita. Kemudian mengklasifikasinya, mana yang masih bisa dipakai mana yang sudah habis pakai dan mana yang masih bisa
diolah/didaur ulang. Secara sederhana sampah dalam rumah dapat kita bagi menjadi 3
kategori, yakni :
1. sampah beracun, seperti batere bekas, bola lampu bekas dan barang-barang yang mengandung zat kimia.
2. sampah padat yang tidak dapat diurai, seperti plastik, botol, kaleng, dsb.
3.Barang-barang yang masih dapat diurai oleh tanah seperti sisa sayuran, daun-daun, dsb.

Mendaur ulang kertas
Gaya hidup ramah lingkungan dikenal pula dengan semboyan 3R :
Reduce, Reuse & Recycle.
Artinya mengurangi tingkat kebutuhan akan sampah, menggunakan kembali sampah-sampah yang telah ada dan mendaur ulang sampah yang telah terpakai. Salah satu sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas. Kertas daur ulang ini memiliki tekstur yang indah. Dari kertas daur ulang kita dapat membuat beraneka ragam kerajinan seperti : buku, komik, pigora dan lain-lain
Kalau kita mendaur ulang kertas, kita menghemat bahan dan energi. Kita juga mendukung hutan dan tempat tinggal satwa.
Perlu kamu ketahui bahwa Kayu adalah bahan utama yang digunakan untuk membuat kertas dan karton. Kebanyakan kayu
olahan yang digunakan untuk membuat kertas berasal dari pohonpohon pinus, jati dll, yang ditanam di daerah khusus. Mendaur ulang kertas berarti menekan kebutuhan akan hutan kayu olahan. Jadi, dengan mendaur ulang bisa membantu
penyelamatan tempat-tempat alami dan satwa-satwa yang hidup di dalamnya.
Bagaimana kita kita mengubah sampah menjadi produk-produk yang bermanfaat ?
Mendaur ulang sampah kertas adalah salah satu cara menangani sampah.
Ingatlah tiga tindakan ini, Mengurangi, Memakai ulang, Mendaur ulang
• Cobalah mengurangi atau menekan jumlah limbah yang sering kita gunakan

Apakah daur ulang itu?
Sampah yang kita buang mengandung bahan-bahan yang bisa  kita gunakan kembali.
Di pusat-pusat daur ulang, kita bisa memisahkan sampah kita kedalam berbagai kelompok bahan. Pabrik-pabrik bisa menggunakan bahan-bahan tersebut untuk membuat segala macam produk baru. Ketika kita mendaur ulang, kita tidak harus mengubur atau membakar sampah kita
Bagaimana mendaur ulang kertas ?
Mendaur ulang kertas sangatlah mudah, semua orang bisa melakukannya tanpa harus memiliki keahlian khusus dalam bidang
daur ulang kertas dan bahan-bahannya mudah kita dapatkan,
seperti :
1. BLENDER, fungsinya untuk menghancurkan kertas menjadi bubur kertas, atau dapat juga dimodifikasi dengan alat penghancur
yang lebih besar.
2. BINGKAI CETAKAN, terdiri dari 2 bingkai dengan ukuran yang sama. Salah satu bingkai dilapisi dengan kain kasa (lihat gambar
3. EMBER KOTAK, fungsinya sebagai tempat pencampuran bubur kertas dengan air, sekaligus sebagai wadah pencetakan.
4. ALAS CETAK, fungsinya untuk tempat pengeringan kertas daur ulang dari bingkai cetakan, sehingga bingkai cetakan dapat
digunakan kembali. Alas cetak ini bisa berupa tripleks yang dilapisi kain katun atau juga dapat berupa matras yang biasa digunakan
untuk alas tidur kemping. 5. SPONDS PENGHISAP, fungsinya untuk menghisap air pada waktu transfer dari bingkai cetakan ke alas cetak.
6. GELAS PENAKAR, fungsinya untuk menakar perbandingan antara bubur kertas dengan air. Alat ini tidak mutlak ada.
7. ALAT PRESS, fungsinya untuk mengepress kertas daur ulang agar serat-seratnya dapat lebih rapat. Alat ini dapat berupa dua
papan kayu yang berukuran sama dengan bingkai cetak, yang keempat sudutnya diberi lubang. Selanjutnya masing-masing
lubang diberi mur dan baut penjepit untuk mempertemukan kedua sisi papan kayu tersebut.
8. EMBER wadah bubur kertas
9. KOMPOR & PANCI, fungsinya untuk merebus berbagai macam serat dan pewarna alam
10. ALU & LUMPANG, fungsinya untuk menumbuk berbagai serat agar lebih halus
11. SENDOK KAYU, fungsinya untuk mengadukberbagai campuran.
12. PISAU & GUNTING, fungsinya untuk memotong-motong serat tumbuhan Bahan-bahan yang digunakan untuk pembuatan kertas daur ulang
:
1. KERTAS BEKAS
Setiap jenis kertas dipilah-pilah berdasarkan jenisnya masingmasing, kertas Koran, kertas HVS, karton hingga kertas warna warni.
2. PEWARNA ALAM
– Kunyit, jika diparut dan diperas sarinya akan menghasilkan warna kuning
– Kulit bawang, jika direbus akan menghasilkan warna coklat – Pandan suji, jika ditumbuk dan diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau pekat
– Pandan wangi, jika direbus dan ditumbuk lalu diperas airnya dapat menghasilkan warna hijau muda, sekaligus aroma wangi
– Kesumba (bixa), jika bijinya direndam dan diremas atau direbus dapat menghasilkan warna oranye
– Serutan kayu nangka. Jika direbus akan menghasilkan warna kuning
– Sirih, jika ditumbuk dan dicampur dengan kapur akan menghasilkan warna merah kecoklatan
– Daun pisang kering, jika dibakar, abunya dapat menghasilkan warna coklat keabu-abuan
– Rumput putri malu (Mimosa sp) jika direbus akan menghasilkan warna lembayung
3. SERAT PENGISI
Merupakan bahan-bahan yang dapat ditambahkan ke dalam campuran bubur kertas sehingga dihasilkan kertas yang lebih indah dan bertekstur. Dapat berupa bunga-bungaan ataupun serat tumbuhan lainnya seperti serat daun pandan wangi, serat batang pisang.

Cara Pembuatan Kertas Daur Ulang

1. Kertas bekas yang telah disobek-sobek sebesar perangko, direndam minimal 12 jam agar serat-seratnya menjadi lunak
diresapi air. Perendaman dapat pula dibantu dengan perebusan untuk mempercepat proses peresapan air.
2. Kertas yang telah lemas direndam air / direbus, dihancurkan dengan blender. Dengan perbandingan 1 ; 4 (4 bagian air untuk 1 bagian kertas). Lama pemblenderan tidak lebih dari 1 menit, sebaiknya dilakukan 2 kali pemblenderan dengan interval 30 detik saja.
3. Bubur kertas yang diperoleh dari pemblenderan dikumpulkan dalam satu wadah. Selanjutnya dapat dilakukan pencucian untuk
mengurangi kadar asamnya dengan cara menyaring bubur kertas pada kain yang agak lebar dan meletakkannya di atas ember berisi air.
4. Selanjutnya bubur kertas siap untuk diolah, dapat dicetak langsung maupun dilakukan pencampuran warna dan serat. Masukan bubur kertas yang hanya bercampur dengan warna saja, atau bercampur dengan serat saja, atau bercampur dengan pewarna dan serat maupun bubur kertas tanpa campuran, kedalam ember kotak tempat cetakan. Perbandingan antara jumlah air dan bubur kertas tetap 4 : 1 (4 bagian air untuk 1 bagian bubur kertas). Aduk-aduk hingga campuran air dan bubur kertas merata.
5. Masukkan bingkai cetakan, dengan posisi bingkai cetak yang memakai kain kassa berada dibawah dan bingkai kosong dibagian
atas sisi kain kassa. Masukkan hingga kedasar ember cetak, dengan hati-hati. Atur posisi bingkai cetak agar datar dan sejajar
permukaan air. Kemudian angkat bingkai tersebut dengan hati-hati dalam posisi datar. Bubur kertas akan tercetak dipermukaan
bingkai dengan bentuk seperti selembar kertas yang basah. Angkat bingkai penutup dengan cepat, jangan sampai airnya
memerciki lembaran kertas yang masih basah tadi. Kemudian ditiriskan dalam posisi miring sekitar 30 derajat hingga airnya
tinggal sedikit. Selanjutnya kertas basah tersebut siap untuk ditransfer ke atas permukaan alas cetak untuk dikeringkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: