Fakta Mengenai K3

Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3 masih menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat umum. Jangankan bagi orang awam, bagi professional dan kalangan terdidik saja masih banyak yang belum paham sepenuhnya mengenai K3. Padahal K3 itu sangat penting. Pemahaman mengenai keselamatan termasuk K3 sebenarnya harus ditanam sejak dini. Hal ini perlu ditekankan mengingat gaya hidup orang Indonesia masih mengenyampingkan masalah keselamatan dan tidak memprioritaskan keselamatan.
Sebenarnya tidak hanya K3 yang harus ditanamkan dalam budaya masyarakat, bersama K3 ada pula isu-isu lain yang sedang booming seperti lingkungan hidup, kewirausahaan, tanggap bencana dan sebagainya yang konon juga harus ditanamkan sejak pendidikan dini. Mengapa masih banyak yang belum sadar akan pentingya isu-isu ini termasuk K3? Salah satu jawabannya adalah kebanyakan orang tidak mengetahui fakta-fakta dibalik isu-isu ini. Misalnya isu lingkungan hidup, masyarakat hanya mendengarnya dari media-media sepintas saja, yang lebih banyak didengar justru bencana-bencana yang biasanya dikaitkan dengan global warming namun itu pun tidak dijelaskan secara baik hubungan sebab akibatnya.

Akibatnya banyak masyarakat yang tidak mau tahu bahkan beberapa ada yang menganggap isu lingkungan hidup hanyalah mitos belaka. Itu terjadi salah satunya karena masyarakat tidak mengetahui fakta secara rinci atau paling tidak garis besarnya. Mereka hanya tahu bahwa global warming berhubungan dengan bencana, so what? Begitu pula dengan K3. Salah satu contohnya mengenai ergonomi, coba tanyakan tentang ergonomi kepada orang di sekitar Anda. Saya yakin hampir semuanya tidak mengetahui apa itu ergonomi.

Tanyakan juga mengenai alat pelindung diri seperti helm, pasti kebanyakan orang menganggap bahwa pemakaian helm lebih karena takut ditilang saja. Mayoritas orang memakai helm bukan sebagai alat pelindung diri namun sebagai sesuatu yang harus dipakai agar tidak ditilang. Apakah mereka tahu berapa jumlah nyawa yang sudah melayang karena tidak memakai helm? Apakah mereka tahu bahwa ada usaha bisnis yang rugi besar dan gulung tikar gara-gara pekerjanya sering mengalami kecelakaan kerja salah satunya karena tidak memakai alat pelindung diri? Ya, fakta-fakta itu memang penting.

Ada beberapa fakta mengenai K3 Beberapa fakta tersebut diantaranya:

(1) K3 sebenarnya mempunyai tujuan ekonomi. Selama ini masyarakat mengetahui K3 hanya untuk tujuan sosial atau ‘kebaikan’ semata, padahal banyak penelitian yang membuktikan bahwa safety atau K3 itu menguntungkan melalui analisis ROI atau metode sejenisnya. Seperti disebutkan di atas bahkan ada usaha yang rugi besar dan gulung tikar hanya karena sering terjadi kecelakaan kerja sehingga terlalu banyak biaya kompensasi.

(2) K3 yang buruk mempunyai banyak dampak seperti efek domino

(3) K3 itu menjadi syarat mutlak agar menang di persaingan global, jadi tidak alasan untuk menolak K3.

(4) K3 itu tidak hanya mengenai fisik. Hal-hal yang non fisik seperti psikis sebenarnya juga bias dimasukkan ke K3. Mungkin hal ini bias diasosiasikan seperti bidang kedokteran yang selain berbicara mengenai fisik juga berbicara mengenai kejiwaan, psikis, atau psikologi (bahkan di beberapa universitas di Indonesia masih ada yang memasukan jurusan psikologi ke dalam fakultas kedokteran).

(5) Seperti isu lainnya dalam sistem industri, isu K3 sebenarnya juga merupakan isu yang multidisipliner. Dalam mengatasi masalah K3 tidak bisa hanya melihat dari kacamata kesehatan atau kedokteran okupasi namun juga harus melibatkan engineer untuk perancangan, cost analyzer dsb.
Dan masih banyak lagi fakta lainnya. Pada intinya pengetahuan dan fakta-fakta mengenai K3 dan isu-isu lainnya yang krusial itu memang sangat penting. Untuk masyarakat awam memang tidak harus paham fakta-fakta K3 secara detail seperti yang dipahami mahasiswa atau lulusan K3 / Kesmas, Kedokteran Okupasi, Teknik Industri, dsb. Namun masyarakat harus tahu garis besarnya sampai pada level munculnya kesadaran akan pentingnya K3. Karena itu, opini yang menganggap bahwa isu-isu ini termasuk K3 harus ditekankan sejak dini dan ada pula yang mengatakan harus dimasukan ke kurikulum sekolah itu harus didukung.

 

sumber : Artikel K3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: